Yogyakarta, 25 – 29 April 2026 Mahasiswa Ilmu Komunikasi melakukan kegiatan Visit Media dan BencMarking dari mata kuliah kuliah kerja media di Bali. Program Visit Media dan Bencmarking merupakan program rutin tahunan yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa ilmu komunikasi dalam rangka pengembangan kapasitas terutama pada bidang. Maka disitulah kita akan mendapatkan pengalaman bagaimana m
engelola media sehingga ketika mahasiswa lulus dari prodi ilmu komunikasi STPMD ”APMD” Yogyakarta, mereka bisa langsung terjun dalam dunia media. Oleh karena itu, ketika mahasiwa melakukan ke pos bali, maka mahasiswa akan mengetahui bagaimana mengelola, mencari tahu tentang kendala yang selama ini dihadapi, kemudian melakukan pengembangan seperti yang kita lihat sekarang ini banyak media lebih merujuk kepada media online atau modern sedangkan media konvensional atau media cetak sudah semakin terkikis.
Kemudian ada pula kegiatan Bencmarking yang dilaksanakan ke Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Dwijendra. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk mempelajari bagaimana pengelolaan program studi ilmu komunikasi. Misalnya salah satu hal yang didapatkan yaitu disana sudah mengembangkan radio komunitas.yang sudah eksis dan berjalan dengan sangat baik sehingga ini menjadi contoh bagi kita yang sudah mempunyai studo agar kemudian bisa kita maksimalkan agar semua mahasiswa ilmu komunikasi bisa melakukan siaran meskipun bukan radio FM tetapi kita dapat melakukan semacam radio streaming. Pihak Univeristas Dwijendra yaitu, Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.M.A (Rektor Universitas Dwijendra), Wakil Rektor 1
& 2, Drs. I Made Suntika, M.Si (Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis) Universitas Dwijendra. Kemudian terkait mengunjungi desa panglipuran ini dilakukan karena desa ini merupakan salah satu desa terbaik yang mendunia yang masih kental dengan budayanya dan masyarakatnya sangat maju sehingga mahasiswa diminta untuk melakuan observasi dan wawancara terkait pengelolaan dan pemberdayaan masyarakat yang ada di desa panglipuran yang mana ini sejalan dengan kampus kita yaitu Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa ”APMD” Yogyakarta.
Kemudian mahasiswa juga berkunjung ke desa Sukawati karena ingin mengetahui tentang desa ini dimana desa ini dahulu hingga kini masih eksis menjadi pusat perbelanjaan atau oleh-oleh dan penjualnya rata-rata penduduk setempat. Maka dari itu mahasiswa diminta untuk mempelajari hal apa yang membuat desa sukawati masih eksis sampai sekarang terutama dengan melihat pemberdayaan terhadap masyarakatnya.
Kami berangkat dari Yogyakarta pada hari Sabtu, 25 April 2026 tepatnya pukul 08:18 WIB menggunakan bis kemudian melalui penyeberangan dari pelabuhan Ketapang Banyuwangi ke pelabuhan Bali dan tiba di pelabuhan Bali pada pukul 23:45 WITA. Lalu kami melanjutkan perjalan ke restoran lokal untuk beristirahat, mandi, dan sarapan pagi nanti. Besoknya pada Minggu, 26 April 2026 Kami mengunjungi Desa Panglipuran. Sebelum kami menuju ke Desa Panglipuran, kami terlebih dahulu melakukan kunjungan ke DWT Ulun Danu Beratan Bedugul. Kunjungan ini semacam selingan kunjungan wisata sekaligus mempelajari sejarahnya dan kegiatan ini kami lakukan dari jam 07:30-09:00 WITA. Setelah itu kami ke Joger yang merupakan pusat tokoh perbelanjaan dan pusat oleh-oleh di kabupaten Tabanan. Setelah itu kami makan siang dan kami melakukan kunjungan ke Desa Panglipuran. Kurang lebih sekitar 2 jam tepatnya pada pukul 14:00-16:00 WITA kami melakukan wawancara di desa Panglipuran.
Dalam penugasan ini, kami dibagi menjadi empat kelompok yang terdiri dari 8-9 orang. Hal yang kami lakukan di Desa Panglipuran adalah kami mewawancarai warga desa bahkan pengurus desanya terkait komunikasi pemberdayaan yang ada di daerah ini. Tidak hanya itu, kami juga melakukan observasi terhadap kondisi desa tersebut. Kemudian pada hari Senin, 27 April 2026, kami mengunjungi 2 tempat yaitu Universitas Dwijendra dan pos bali. Kunjungan di Universitas Dwijendra kami lakukan sekitar 2 jam yaitu pada 10:00-12:00 WITA. Hal yang dilakukan Universitas Dwijendra yaitu ada Seminar Komunikasi ”Benchmarking Pengelolaan Program Studi Ilmu Komunikasi Komunikasi Pemberdayaan dan Berdampak”. Komunikasi Pemberdayaan merupakan kefokusan dari ilmu komunikasi STPMD “APMD” Yogyakarta, sedangkan Komunikasi Berdampak merupakan kefokusan dari Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Universitas Dwijendra. Kegiatan ini diawali dengan sambutan hangat dari rektor Universitas Dwijendra. Kemudian menyanyikan lagu mars universitas Dwijendra dan Mars STPM “APMD” Yogyakarta. Kemudian kami mendengarkan sambutan hangat dari rektor universitas Dwijendra yang menyambut kedatangan kami. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MOU dari prodi Ilmu Komunikasi STPMD ” APMD Yogyakarta dan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Universitas Dwijendra. Setelah itu, masuk pada kegiatan seminar dimana terdapat empat pemateri: Pemateri pertama yaitu, Dr. Yuli Setyowati, M.Si (Selaku Ketua program studi Ilmu Komunikasi STPMD “APMD” Yogyakarta) yang menjelaskan tentang Prodi Ilmu Komunikasi STPMD “APMD” Yang fokusnya lebih ke pemberdayaan masyarakat. Tidak hanya Prodi Ilmu komunikasi, tetapi juga STPMD “APMD” Yogyakarta. Setelah itu, pamateri kedua yaitu Ibu Ni Nyoman Cipta Dewi (Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Universitas Dwijendra. Beliau juga tidak beda jauh terkait poin pembicaraan dengan Ibu Dr. Yuli Setyowati, M.Si. Setelah itu, ada perwakilan dari mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Universitas Dwijendra yang bernama Kartini yang menjelaskan tentang dinamika mahasiswa di Universitas Dwijendra khusus Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis. Setelah itu hal yang sama juga disampaikan oleh perwakilan mahasiswa dari mahasiswa Ilmu komunikasi STPMD “APMD” Yogyakarta yaitu Delano Iventus Falentinus Turot.
Kemudian setelah melakukan seminar, kami diajak untuk berkunjung ke Radio Komunitas Dwijendra 107,7 FM, ke perpustakaan, dan tempat podcast. Setelah kurang lebih 2 jam, selanjutnya kami melakukan kunjungan ke pos bali. Kunjungan kami ini sambut hangat oleh Apollo Daton Agustinus (Pimpinan Redaksi/ Penanggungjawab) Gregorius A. Rusmanda (Dewan Redaksi), dan beberapa pengurus lainnya. Dalam kunjungan kami kali ini, kami belajar terkait cara kerja media dan bagaimana situasi atau permasalahan yang sedang dihadapi media sekarang.
Kunjungan ini kami lanjutkan selama kurang lebih satu stengah jam yaitu dari jam 13:00-14:30 WITA. Setelah itu, sebagai kegiatan refreshing, kami mengunjungi pantai Melasti Ungasan untuk menyaksikan Tari Kecak Melasti. Kemudian pada hari selasa, 28 April 2026 kami mengunjungi Desa/Pasar Sukawati untuk melakukan hal yang sama seperti yang sudah kami lakukan di Desa Panglipuran yaitu kami menggali terkait proses komunikasi pemberdayaan yang dilakukan do tempat itu baik dari pemerintah maupun dari lembaga-lembaga yang ada disana dan bagaimana mereka mampu berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama. Kegiatan di Desa Sukawati ini kami lakukan hampir 1 jam yaitu dari jam 11:00-12:00 WITA. Setelah kegiatan di Sukawati, kami langsung bergegas untuk pulang ke Yogyakarta tepatnya pada pukul 12:00 WITA dan perkiraan sampai di Kampus STPMD “APMD” Yogyakarta pada hari rabu, 29 April 2026 tepat Jam 08:00 WIB.
Suasana dari pada kegiatan ini sangat menyenangkan sebab mahasiswa dapat turun atau melihat langsung realita yang terjadi di lapangan sehingga ini menjadi referensi yang sangat baik bagi mahasiswa. Tidak hanya mempelajari tentang media saja, tetapi juga budaya yang ada di tempat tersebut yang juga merupakan unsur terpenting dalam membentuk pola komunikasi yang terjadi di wilayah Bali yang sangat melekat dengan nilai-nilai budaya dan berbagai kearifan lokal.