Sumber Foto : Ilmu Komunikasi “APMD”

Yogyakarta, Pers IMaKo – Divisi Humas Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi STPMD “APMD” Yogyakarta mengadakan pelatihan Humas bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi dengan mengangkat tema “Peran Humas dalam Situasi Konflik : Membangun Narasi sehat.” Pelatihan diadakan di ruang M. Soetopo dengan narasumbernya Dr. Yuli Setyowati, M.Si selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi yang juga menjadi opening speaker, dan Iyas Niar Repani S., S.I.Kom selaku alumni Prodi Ilmu Komunikasi. Pelatihan humas ini juga diakhiri dengan buka puasa bersama. Selasa (19/03/2024)

Menurut Muhammad Ilham Pramuditya selaku koordinator divisi humas, pelatihan ini bertujuan agar mahasiswa Ilmu Komunikasi mengetahui apa itu humas, apa saja kerja humas, dan peran humas dalam organisasi sehingga humas bukan sekadar mengantar surat saja. Humas menjadi penjaga baik di dalam organisasi maupun di luar organisasi, dimana masalah di dalam organiasi diselesaikan dengan baik dan tidak dibawa keluar, serta hal positif dari dalam dan luar organiasi disalurkan sehingga terhindar dari konflik.

“Secara teknis pelatihan yang diadakan sudah sesuai dengan apa yang direncanakan seperti buka bersama yang sudah terpenuhi, namun ada beberapa hal seperti games dimana setelah penyampaian materi dari bu Yuli mengenai kehumasan secara umum dan kak Niar mengenai kehumasan secara terperinci, seharusnya ada sesi pembentukan kelompok yang masing-masingnya akan menyelesaikan suatu problem. Namun karena waktunya tidak cukup, jadi di cut saja dan jumlah mahasiswa yang hadir pun melampaui perkiraan.”

Adapaun harapan setelah mengikuti pelatihan kehumasan ialah mahasiswa Ilmu Komunikasi dapat merefresh kembali mata kuliah humas yang sudah diperoleh sebelumnya, dan memberikan pemahaman mengenai humas bagi mahasiswa yang baru saja mengambil mata kuliah humas. Mahasiswa juga diharapkan mampu menerapkan humas dimana saja, seperti mem-branding diri sendiri.

Ilham juga mengatakan bahwa persiapan pelatihan ini dilakukan satu minggu sebelumnya, mengingat bahwa perlu dikumpulkan anggota terlebih dahulu dengan beberapa kendala seperti susah mengumpulkan individu untuk melakukan pertemuan dan pastinya ada miskomunikasi di dalam kehumasan sendiri, dan hal seperti itu adalah resiko jika kita akan mengadakan suatu event.

Proker humas itu salah satunya camping namun gagal karena faktor cuaca, dan disamping itu kita kurang lebih membahas hal-hal yang sekiranya mengganjal di teman-teman secara santai dan tidak terlalu formal, namun teman-teman bisa enjoy dan tidak kaku. Selain itu juga diharapkan teman-teman lebih banyak berpartisipasi, karena dari humas sendiri ingin menyatukan teman-teman IMaKo sehingga pada akhirnya saya memutuskan proker tersebut dengan tujuan untuk menyatukan pikiran dan pandangan kita. Sehingga bisa bersama-sama jalani IMaKo sebagai organisasi besar” tambahnya.

 

Shares
Share This