1. Silahkan memberian pendapat, pertanyaan dan masukan

Pameran Foto dan Diskusi Film Ekspedisi Maluku#

expedisi malukuPada tanggal 9-22 Februari lalu beberapa mahasiswa STPMD “APMD” melakukan ekspedisi ke Kepulauan Key, tepatnya di Kota Tual, Maluku. Selama ekspedisi berlangsung beberapa kegiatan eksplorasi visual dan perjumpaan budaya. Tim ekspedisi berhasil membuat satu video fiksi “RAHASIA LUTHFI”, beberapa stok gambar dokumentasi video serta foto. Sebagian dari hasil ekspedisi kami persentasikan ke publik sebagai wujud keinginan berbagi cerita dan pengalaman budaya yang sangat kaya.

Dari ekspedisi tersebut kemudian digelar acara PAMERAN FOTO & DISKUSI FILM EKSPEDISI MALUKU yang diselenggarakan pada tanggal 6-8 Mei 2013, di Kampus STPMD APMD Yogyakarta
PAMERAN FOTO : Senin-Rabu 6-8 Mei 2013 (Halaman Pascasarjana STPMD APMD)
DISKUSI FILM : Selasa-rabu 7 & 8 Mei 2013 (Ruang Laboraturium Sosial & Komunikasi)

Program Beasiswa Indonesia Cerdas (BIC) BRI

Bank BRI Kantor Cabang Yogyakarta Cik Ditiro mengemukakan bahwa sebagai wujud kepedulian Bank BRI terhadap kemajuan dunia pendidikan, maka Bank BRI memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk bergabung dalam Program Beasiswa BRI periode tahun ajaran 203/2014 yang selanjutnya disebut Program Beasiswa Indonesia Cerdas (BIC).
Adapun kuota untuk STPMD ”APMD” Yogyakarta adalah 15 (Lima Belas) mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Mahasiswa reguler/ non extension program Strata-1 (S1) dan Diploma-3 (D3) yang berprestasi namun secara ekonomi kurang mampu
2. Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal 3,0 (tiga koma nol)
3. Umur tidak lebih dari 23 (dua puluh tiga) tahun pada tanggal 30 Juni 2014
4. Tidak bekerja atau dalam status ikatan dinas
5. Tidak sedang memperoleh beasiswa dari pihak lain
6. Berkelakuan baik dan tidak terlibat narkoba
7. Memperoleh rekomendasi dari perguruan tinggi yang bersangkutan
8. Bersedia dilibatkan dalam kegiatan yang dilaksakan oleh BRI
9. Sekurang-kurangnya telah menyelesaikan pendidikan selama 2 (dua) semester
10. Mahasiswa mengisi Form Pendaftaran beasiswa Indonesia Cerdas BRI

Bagi mahasiswa yang berminat untuk mendapatkan Program Beasiswa Indonesia Cerdas (BIC) dari Bank BRI, dapat mengambil Form Pendaftaran Beasiswa Indonesia Cerdas BRI di KASUBAG ADMINISTRASI KEMAHASISWAAN DAN ALUMNI (Bp. Bambang Supriyanto, S.IP). Pengambilan Form Pendaftaran dilayani mulai hari ini, tanggal 4 April 2013 dan Pengembalian Form Pendaftaran paling lambat tanggal 8 April 2013 pkl 14.00. Seleksi bagi penerima beasiswa akan dilaksanakan di Ruang Sidang pada tanggal 9 April 2013 pkl 14.00 s/d selesai. Bagi mahasiswa yang tidak datang dalam proses seleksi tersebut dengan alasan apapun, dinyatakan GUGUR.

RAIH BEASISWA BIDIK MISI 2013

SELAMAT KEPADA PRODI ILMU KOMUNIKASI STPMD ‘APMD’ ATAS KEPERCAYAAN DARI DITJEN DIKTI KEMENDIKBUD MENJADI SALAH SATU PRODI DI KOPERTIS V DIY YANG MENERIMA MAHASISWA BEASISWA BIDIK MISI 2013

Bidikmisi adalah program bantuan biaya pendidikan yang diberikan Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun 2010 kepada mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi. Program ini mempunyai misi untuk menghidupkan harapan bagi masyarakat kurang mampu dan mempotensi akademik memadai untuk dapat menempuh pendidikan sampai ke jenjang pendidikan tinggi.

Bantuan yang diberikan dalam program ini terdiri atas Bantuan biaya hidup yang diserahkan kepada mahasiswa sekurang-kurangnya sebesar Rp 600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) per bulan yang ditentukan berdasarkan Indeks Harga Kemahalan daerah lokasi PTN / PTS dan Bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan yang dikelola PTN / PTS sebanyak-banyaknya Rp2.400.000,00 (dua juta empat ratus ribu rupiah) per semester per mahasiswa.

Persyaratan untuk mendaftar tahun 2013 adalah sebagai berikut:

1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2013;
2. Lulusan tahun 2012 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing-masing perguruan tinggi;
3. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
4. Tidak mampu secara ekonomi sebagai berikut:
1. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali (suami istri) sebesar-besarnya Rp3.000.000,00 per bulan. Pendapatan yang dimaksud meliputi seluruh penghasilan yang diperoleh. Untuk pekerjaan non formal/informal pendapatan yang dimaksud adalah rata rata penghasilan per bulan dalam satu tahun terakhir.
2. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp750.000,00 setiap bulannya;
5. Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4.
6. Berpotensi akademik baik, yaitu direkomendasikan sekolah.
7. Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu PTN / PTS.

GUS DUR GURU PAPUA

GUS DUR GURU PAPUA

Pada 1 Januari 2000 Presiden Abdurrahman Wahid mengembalikan nama Papua untuk mengganti nama Irian Jaya. Perubahan dari Irian ke Papua tentu bukan sekadar perubahan nama. Di balik itu ada pengakuan terhadap martabat dan identitas Papua, sehingga langkah berikutnya adalah dialog yang konstruktif. Namun apa yang terjadi setelah Gus Dur tak menjabat presiden, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono kembali menggunakan pendekatan keamanan dalam menyelesaikan masalah Papua. Langkah yang ditempuh Gus Dur menggunakan pendekatan kultural dan kemanusiaan ditinggalkan.

Itulah benang merah dari Diskusi Buku “Gus Dur Guru dan Masa Depan Papua: Hidup Damai lewat Dialog” di kampus STPMD “APMD” Yogyakarta. Tampil sebagai pembicara Titus Pekei (penulis buku), Alissa Wahid (putri Gus Dur), dan Tri Agus Susanto (dosen prodi Ilmu Komunikasi). Kegiatan ini merupakan kerjasama Prodi Ilmu Komunikasi, Gusdurian, Radio Buku, Barisan Mahasiswa Kaiman, dan Ikatan Mahasiswa Komunikasi “APMD”.

Menurut Titus Pekei, masyarakat Papua menganggap Gus Dur adalah guru bagi seluruh Tanah Papua. Dampak dari pengembalian nama Papua adalah pengakuan terhadap keragaman adat dan budaya di Papua. Gus Dur juga memfasilitasi Kongres Nasional Papua II yang berlangsung pada 30 Mei hingga 4 Juni 2000, dihadiri 3000 orang, didengar oleh ratusan ribu orang melalui radio. Rekomendasi dari Kongres Nasional Papua II diberikan kepada Presiden Abdurrahman Wahid. Meski Gus Dur menolak tuntutan kemerdekaan yang dihasilkan kongres, namun fasilitator kongres, Willy Mandowen, mengakui komitmen Gus Dur untuk mendekati rakyat Papua dengan cara kemanusiaan adalah jalan terbaik.

Pekei menambahkan, pada 22 Oktober 2001 Presiden Megawati melegitimasi UU Otonomi Khusus Papua. Melalui Otsus triliunan rupiah uang mengalir ke Papua, namun rakyat tetap miskin dan terpinggirkan. Terjadi banyak penyimpangan Otsus namun Jakarta diam saja. Masa pemerintahan Megawati juga ditandai dengan kegagalan menjaga keamanan di Papua. Pemerintahan Susio Bambang Yudhoyono mengeluarkan PP No. 77 Tahun 2007, melarang pengunaan atribut daerah yaitu bendera Bintang Kejora, simbol Burung Mambruk, dan lagu Hai Tanahku Papua. Upaya perdamaian dan dialog Jakarta-Papua hingga kini belum menemui titik terang.

Alissa Wahid menyambut terbitnya buku “Gus Dur Guru dan Masa Depan Papua, Hidup Damai lewat Dialog”. Menurut putri sulung Gus Dur ini, Gus Dur tak perlu di puja-puja, termasuk rencana pembangunan patung di Jayapura, yang penting adalah siapa sekarang yang bisa meneruskan cita-cita Gus Dur tentang Papua yang damai. Menurut Alissa, penulisan buku ini tidak semata ingin memberikan ingatan pembaca terhadap sosok Gus Dur yang dekat dan selalu berpihak kepada masyarakat Papua, tetapi juga ungkapan kerinduan penulis yang mewakili masyarakat Papua terhadap keberpihakan, pendekatan kemanusiaan dan penegakan keadilan yang pernah dirintis Gus Dur dalam menyapa masyarakat Papua.

Tri Agus Susanto menilai Gus Dur telah berhasil mengubah komunikasi politik yang gagal dilakukan Soekarno, Soeharto dan Habibie terhadap Papua. Komunikasi politik Gus Dur adalah dengan pendekatan baru yang humanis dan bermartabat. Namun sayang kebijakan Abdurrahman Wahid yang memihak mereka yang termarjinalkan tak dilanjutkan presiden setelah Gus Dur.

Tri Agus mengharapkan Titus Pekei dapat menularkan virus kepada kita untuk menulis buku. Hal ini sejalan dengan Gus Dur yang semasa hidupnya tak bisa dipisahkan dengan buku. Sejak SD hingga menjelang wafat, Gus Dur telah membaca ribuan buku dari berbagai bidang, dari kitab kuning buku wajib di pesantren, sastra, politik, filsafat dan lain-lain. Gus Dur juga menulis puluhan buku dan menginspirasi banyak penulis, peneliti serta para mahasiswa untuk menulis skripsi dan tesis tentang Gus Dur. Gus Dur juga menulis sekitar 40 kata pengantar untuk buku orang lain dari berbagai kajian, yang telah dibukukan dengan judul “Sekadar Mendahului”. Pendek kata Gus Dur adalah buku yang tak ada habisnya kita baca.

Yogyakarta, 4 Maret 2013

Sekprodi IK

Yudisium 13 Oktober 2008

No No.SERI IJAZAH N A M A No. MHS TEMPAT LAHIR Tgl. LAHIR TH MASUK LAMA STUDI/TH L/P Ijazah Yang Diperoleh Sebelumnya IP KUM
Tempat & Tgl. Jenis & No.Ijazah
1. 405/IK-S1/X/2008 TEGUH ARYA SUHARDIMAN 02530001 Masbagik Lombok Timur 4 Juni 1983 2002 6,3 L Masbagik 12 Juni 2001 SMU
20 Mu 0564785 2.89
2. 406/IK-S1/X/2008 SILVANUS KASIMIRUS HUTILI DARMA TANIS 02530011 Labuan Bajo 4 Maret 1979 2002 6,3 L Labuan Bajo 30 Mei 1997 SMU
21 OB of 101 028775 2.71
3. 407/IK-S1/X/2008 MAKSIMUS PATAN KANGAE 02530025 Nanga Danau 5 Desember 1983 2002 6,3 L Putussibau 21 Juni 2002 SMU
14 Mu 0309268 2.55
4. 408/IK-S1/X/2008 DANI YULIANTO DWI P 02530047 Wonosobo 14 Juli 1982 2002 6,3 L Wonosobo 14 Juli 2002 SMU
03 Mu 0267125 2.70
5. 409/IK-S1/X/2008 BELDEMIRA MATILDE XAVIER DE ARAUJO 05530328 Ainaro 4 Nopember 1978 2005 3,3 p Ermera 28 Mei 1998 SMU
27 Mu 102 0350075 3.06
6. 410/IK-S1/X/2008 ANIK PUSPITOSARI 06530603 Yogyakarta 14 Oktober 1982 2006 2,3 P Yogyakarta 26 Agustus 2004 AKY 00272/T/a.Md./04 3.49
7. 411/IK-S1/X/2008 DEDEN FIRMANSYAH 06530607 Jakarta 17 Januari 1980 2006 2,3 L Jakarta 22 Sept. 1980 AKPNJ
269/JJ-D.III/H/2001 2.89
8. 412/IK-S1/X/2008 RADEN DESYVIA ENDARTO 06530609 Yogyakarta 18 Juni 1982 2006 2,3 L Yogyakarta 29 Maret 2003 AK YKPN
6951/I/D3/I/2003 2.98

Yogyakarta, 27 Oktober 2008
Ketua
STPMD “APMD” Pembantu Ketua I Ketua Prodi
Ilmu Komunikasi

Drs. Sumarjono, M.Si Yuli Setyowati, S.IP, M.Si Habib Muhsin, S.Sos, M.Si

Yudisium 2 Mei 2008

No

No.SERI IJAZAH

N A M A

No. MHS

TEMPAT LAHIR

Tgl. LAHIR

TH MASUK

LAMA STUDI/TH

L/P

Ijazah Yang Diperoleh Sebelumnya

IP KUM

Tempat & Tgl.

Jenis & No.Ijazah

  1. 1.
378/IK-S1/V/2008 MAKSIMUS KRESENSIANUS MAUMABE 992740/385/IK Kefamenanu 22 Pebruari 1980

1999

9

L Kupang 27 Mei 1999 SMU

21 Mu 103 0481548

2,33
  1. 2.
379/IK-S1/V/2008 DON RODRIGO ATHUR DAUGLAS 992775/420/IK Abepura 5 Desember 1979

1999

9

L Jayapura 25 Mei 1998 SMU

18 Mu 103 0400270

2,33
  1. 3.
380/IK-S1/V/2008 DONI SUMANTRI 002799/444/IK Grobogan 9 Agustus 1982

2000

8

L Gemolong 9 Juni 2000 SMU

03 Mu 0164570

2,70
  1. 4.
381/IK-S1/V/2008 ROY YUDHI PERDANA 012844/495/IK Palembang 18 Januari 1982

2001

7

L Kayuagung 17 Juni 2000 SMU

11 Mu 0295383

2,65
  1. 5.
382/IK-S1/V/2008 KRISHNA MURTI 012850/501/IK Yogyakarta 14 Juli 1982

2001

7

L Pleret 12 Juni 2001 SMU

13 Mu 0478604

3,02
  1. 6.
383/IK-S1/V/2008 TRI SAPTONO 02530026 Klaten 21 September 1984

2002

6

L Klaten 14 Juni 2002 SMU

03 Mu 0143110

3,01
  1. 7.
384/IK-S1/V/2008 RAHMAWATI 02530033 Nunukan 10 Agustus 1984

2002

6

P Nunukan 18 Juni 2002 SMU

26 Mu 0563882

2,61
  1. 8.
385/IK-S1/V/2008 YOHANES MARIANUS LEDO KILOK 02530049 Menanga 15 Agustus 1981

2002

6

L Kupang 12 Juni 2001 SMU

21 Mu 0034379

3,13
  1. 9.
386/IK-S1/V/2008 ELIAS ERIK 02530063 Sandai 23 Januari 1985

2002

6

L Ketapang 21 Juni 2002 SMU

14 Mu 0467122

2,52
387/IK-S1/V/2008 MUHAMMAD RIFA’I 02530083 Sedanau 16 Agustus 1982

2002

6

L Pabelan 9 Juni 2000 MA

E.IV/K/MA/B.873

2,97
388/IK-S1/V/2008 THRIANA AGUSTIN 03530145 Kayu Agung 24 Agustus 1985

2003

5

P Sragen 3 Juni 2003 SMU

03 Mu 0107510

3,35
389/IK-S1/V/2008 NANNY RIZMAWATI 03530175 Sejangkung 28 Agustus 1983

2003

5

P Sambas 21 Juni 2002 SMU

14 Mu 0463310

2,64
390/IK-S1/V/2008 MARIA GIZELA LUMIS 04530234 Fatucade 09 Pebruari 1986

2004

4

P Belu 14 Juni 2004 SMA

DN-24 Mu 0032555

3,53
391/IK-S1/V/2008 PETRONELA BEREK 04530235 Atambua 15 Februari 1986

2004

4

P Belu 14 Juni 2004 SMA

DN.24 Mu 0032559

3,48
392/IK-S1/V/2008 DEN OKY PRIMASTYO 04530254 Bandung 20 September 1987

2004

4

L Tangerang 14 Juni 2004 SMA

DN-30 Mu 0621664

3,35
393/IK-S1/V/2008 SAMUEL HENDRIKUS KALLAWALY 04530259 Kalabahi 17 Juli 1986

2004

4

L Alor 14 Juni 2004 SMA

DN-24 Mu 0032846

3,48
394/IK-S1/V/2008 RANY RAMBU SADA 04530260 Kupang 11 Pebruari 1986

2004

4

P Waikabubak 7 Juni 2003 SMU

24 Mu 0579395

3,29
395/IK-S1/V/2008 ALMIRA RAHMATULLAILI 04530295 Yogyakarta 1 Juni 1985

2004

4

P Yogyakarta 6 Juni 2003 SMU

DN-04 Mu 0133915

3,51
396/IK-S1/V/2008 DWI ASTUTI MAYA PRATIWI 05530507 Yogyakarta 11 November 1981

2005

3

p Yogyakarta 20 Februari 2004 UGM

1988/645

3,07
397/IK-S1/V/2008 ISNAINI SYAMSIATI 05530509 Purworejo 3 September 1979

2005

3

P Yogyakarta 20 Agustus 2003 UGM

1913/635

3,21
398/IK-S1/V/2008 YONAS ADITYA 05530510 Jakarta 8 Juli 1983

2005

3

L Yogyakarta 20 Agustus 2004 UGM

2132/DSP/2004

3,44
399/IK-S1/V/2008 YUSRON AFIF MUSTHOFA 05530511 Kulon Progo 9 Maret 1980

2005

3

L Yogyakarta 20 Agustus 2003 UGM

1899/621

2,79

Yogyakarta, 02 Mei 2008

Ketua

STPMD “APMD”                                                                                 Pembantu Ketua  I                                                                    Ketua Prodi

Ilmu Komunikasi

 

 

 

Drs. Sumarjono, M.Si                                                                        Yuli Setyowati, S.IP, M.Si                                                    Habib Muhsin, S.Sos, M.Si

Ilmu Komunikasi STPMD Latih Jurnalis Muda Temanggung

Tribun Jogja – Rabu, 20 Juni 2012 13:17 WIB

 

SEJUMLAH pengurus majalah dinding dan buletin SMA di Temanggung berkumpul di arena “Temanggung Book Fair 3”, di Pendopo Pengayoman, rumah dinas Bupati Temanggung, Selasa, 19 Juni 2012. Mereka secara khusus mendapat pelatihan dari Prodi Ilmu Komunikasi Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta.

Kegiatan pengabdian masyarakat Prodi Ilmu Komunikasi kali ini menurunkan tiga dosen dan seorang mahasiswa, dengan materi antara lain: menulis berita, teknik wawancara, fotografi jurnalistik, dan manajemen media. Dosen yang mengisi materi pelatihan yang berlangsung di luar ruangan, di bawah pohon rindang tersebut, antara lain, Ade Chandra, S.Sos, M.Si, Habib Muhsin, S. Sos, M.Si, dan Drs Tri Agus Susanto. Sementara seorang mahasiswi, Stara    yang sudah sering menulis di media massa di Yogyakarta, juga menceritakan pengalaman dan trik-trik menjadi penulis artikel.

Ade Chandra mengawali dengan teknik menulis berita dan pengantar tentang fotografi jurnalistik. Dijelaskan secara sederhana bagaimana ‘senjata’ para wartawan menulis berita yaitu menggunakan 5W dan 1 H. Habib Muhsin melanjutkan dengan materi teknik wawancara. Beberapa tips diberikan kepada siswa bagaimana persiapan, pelaksanaan dan setelah wawancara. Sementara Tri Agus Susanto menjelaskan tentang manajemen media. Awak redaksi dan usaha dalam sebuah media tak boleh saling merasa paling penting. Semua penting demi kemajuan media yang bersangkutan.

Peserta, sebanyak 37 siswa, datang dari berbagai SMA, SMK, STM, dan MAN di seluruh Temanggung. Mereka umumnya pengurus penerbitan sekolah, namun ada juga siswa yang belum mempunyai penerbitan apapun di sekolah mereka. Mereka sangat antusias bertanya dan menyampaikan pengalaman mereka menerbitkan media. Salah seorang peserta dari  STM Pembangunan Maron, yang sudah menerbitkan buletin STEMBA, menanyakan mengenai bagaimana menggairahkan dunia jurnalistik bagi siswa SMA.

Pertanyaan peserta ini menjadi diskusi menarik. Salah satu tujuan dari pelatihan jurnalistik untuk siswa SMA ini adalah agar pelajar di Temanggung mengenal dan menyenangi dunia jurnalistik. Kurangnya gairah masyarakat Temanggung dalam dunia membaca dan menulis, salah satunya ditandai dengan minimnya toko buku dan penerbitan dari kota tembakau ini. Bahkan grup-grup media besar di Indonesia belum berani membuat koran semacam radar atau tribun seperti di kota-kota lain.

Pelatihan Jurnalistik untuk SMA, diyakini menjadi awal dari bergairahnya dunia jurnalistik di Temanggung. Mohamad Saadi, seorang jurnalis, panitia “Temanggung Book Fair 3” yang bekerjasama dengan Prodi Ilmu Komunikasi STPMD “APMD” menyelenggarakan pelatihan jurnalistik, mengaku senang dengan kegiatan ini. Diharapkan tahun depan bisa diadakan lagi, dan di Temanggung tentunya sudah muncul para jurnalis muda dan penerbitan baru, entah koran, majalah atau tabloid. (*)

Drs. Tri Agus Susanto, M.Si
Sekretaris Prodi Ilmunkomunikasi
STPMD “APMD” Yogyakarta

 

LULUSAN STPMD SAMPAI TIMOR LESTE

Tribun Jogja, 29 Mei 2012

Pada Sabtu, 26 Mei 2012 lalu, STPMD “APMD” Yogyakarta mewisuda 129 lulusan yang terdiri dari 8 lulusan Diploma tiga, 102 Sarjana (S1), dan 19 lulusan Pascasarjana (S2). Hingga saat ini STPMD “APMD” telah berhasil meluluskan 14.633 lulusan. Para lulusan ini tersebar di seluruh penjuru tanah air dan negeri tetangga (Timor Leste). Mereka menekuni berbagai profesi seperti: PNS, Anggota legislatif, TNI, Polri, Pegawai swasta, Dosen, Peneliti, Jurnalis, Pelaku Media, LSM, Penggerak/ pemberdaya masyarakat serta wiraswasta, dll.
Dalam sambutannya, Ketua STPMD ‘APMD’, Habib Muhsin, S.Sos, M.Si mengatakan wisuda bukanlah puncak dari perjuangan. “Di hadapan saudara terbentang berbagai persoalan bangsa yang berat dan kompleks, seperti lapangan pekerjaan, korupsi, kemiskinan, ketidakberdayaan masyarakat, menurunnya nilai–nilai kebangsaan dan lain sebagainya. Di tangan saudara sebagai agen perubahan, diharapkan mampu memberikan solusi terbaik bagi bangsa,” tambah Habib Muhsin.
Habib Muhsin juga menyikapi perkembangan aktual terhadap munculnya perilaku destruktif, anarkis dan radikalis, seperti tindak kekerasan terhadap diskusi di kampus. Ia yakin pendidikan mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar. STPMD “APMD” diharapkan mampu membentuk pola pikir dan perilakumahasiswa yang berbasis kasih sayang, toleran terhadap realitas keanekaragaman.
Lulusan STPMD “APMD” dengan profesi apapun yang ditekuni tidak sekadar menekankan dimensi pikiran (intelektual), mengabaikan dimensi yang menyangkut budi pekerti (kekuatan batin, karakter). Selain itu, wisudawan diharapkan bukan generasi yang mengidap split personality (kepribadian yang pecah), lemah dalam mensikapi persoalan dan mudah terombang ambing.Untuk itu mandat sebagai “pelopor pembangunan masyarakat desa” harus melekat dalam diri alumni kampus ini di manapun berada.
Secara khusus Ketua STPMD ‘APMD’ memberikan langsung ijazah dan penghargaan kepada lima wisudawan dengan IPK tertinggi. Mereka adalah Exwan Novianto Shut, M.Si pascasarjana Ilmu Pemerintahan (3,79), Minardi SIP dari Ilmu Pemerintahan (3,88), Johan Nasruddin Firdaus SIKom dari Ilmu Komunikasi (3,68), Sr. Sebastian S S.Sos dari Ilmu Sosiatri (3,65), dan Melkisedek Tapehen Amd dari D3 Pembangunan Masyarakat Desa (3,84)
Pada kesempatan yang sama Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Tujuh Belas, Ir. M. Barori M.Si, mengingatkan sivitas akademika STPMD “APMD” bahwa pada tahun 2015 mendatang kampus tercinta akan berusia lima puluh tahun atau setengah abad yang biasa disebut ulang tahun emas. “Sehubungan dengan ulang tahun emas STPMD “APMD” tiga tahun mendatang, saya ingin mengingatkan dan mengajak kita semua, marilah kita jadikan ulang tahun emas STPMD “APMD” sebagai momentum untuk melakukan perubahan. Tentu saja, perubahan demi meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan di kampus kita,” tambah Barori.

Drs. Tri Agus Susanto, M.Si
Ketua Panitia Wisuda STPMD “APMD” TA 2011/2012

Indonesia dan Timor Leste Punya Dua Hari Kemerdekaan

Thursday, 19 April 2012 16:36

KBR68H, Jakarta – Timor Lester, negara tetangga yang baru saja memilih Presiden, ternyata memiliki pengalaman yang hampir sama dengan Indonesia dalam hal hari kemerdekaan. Indonesia sempat memiliki dua versi Hari Kemerdekaan, yaitu 17 Agustus 1945 dan 27 Desember 1949. Versi kedua adalah tanggal yang diakui Belanda selama ini. Demikian juga dengan Timor Leste, yaitu 28 November 1975, lalu yang kedua 20 Mei 2002. Kemerdekaan Timor Leste versi 28 November 1975, sama dengan Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, yaitu sama-sama hasil inisiatif masing-masing bangsa. Sementara Proklamasi versi 20 Mei 2002, ada nuansa keterlibatan PBB, sehingga terkesan kurang heroik.

Hal itu terungkap dalam diskusi dan peluncuran buku Dua Kali Merdeka, karya Avelino M. Coelho. Avelino sendiri adalah Menteri Energi dalam Kabinet Xanana Gusmao, dan lulusan sebuah PTS di Jakarta.

Menurut Agus Tri Susanto, ketua panitia penyelanggara peluncuran buku, acara ini diadakan untuk menyambut pemilu presiden di Timor Leste, dan merayakan hubungan antara Indonesia dan Timor Leste.
“Pasalnya setelah berpisah dengan Indonesia, sangat minim berita datang dari Timor Leste, termasuk berita kemenangan Taur Matan Ruak dalam pemilu presiden, kalah jauh dengan pemberitaan perkawinan seorang aktris Indonesia dengan pengusaha asal Timor Leste,” tambah Agus, yang juga pengajar sebuah PTS di Yogyakarta.

Menurut pembahas buku Max Lane (Australia), sampai sekarang Belanda belum secara tegas mengakui versi yang mana soal Kemerdekaan Indonesia, sama dengan sikap Indonesia yang juga belum bersikap soal Kemerdekaan Timor Leste.

“Kalau di Timor Leste, dua-duanya dirayakan, namun biasanya yang 28 November lebih meriah,” tambah Agus.

Berkumpul dan Berbagi di STPMD APMD

Citizen Journalism, Senin 27 Februari 2012, Tribun Jogja

Data tentang potensi desa di Indonesia masih simpang siur dan diragukan akurasinya. Antara data dari Biro Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Dalam Negeri tidak pernah sama. Belum lagi di tingkat kabupaten, para bupati yang tak ingin terlalu banyak desa tertinggal, mudah terpancing untuk memanipulasi data demi kepentingan pemerintahannya, bukan kepentingan warga desa. Itulah sebagian kesimpulan pada seminar nasional “Bangun Desa dengan Data”. Acara ini merupakan pembuka dari serangkaian acara Jagongan Media Rakyat (JMR) 2012 di kampus STPMD “APMD” 23-25 Februari.

Sutoro Eko Yulianto, M.Si dosen prodi Ilmu Pemerintahan STPMD APMD mengatakan masalah ketidakakuratan data tentang desa bertambah pelik saat data desa diimplementasikan untuk suatu program di pedesaan. Semua kementerian dan lembaga pemerintahan ingin menitipkan programnya di desa. Kementrian Kesehatan ingin menitipkan program Desa Siaga, Kepolisian RI menitipkan program Polmas (polisi masyarakat), Kementerian Sosial menitipkan program Desa Sadar Bencana. “Sementara itu Kementerian Keuangan tak pernah menitipkan uangnya di program pedesaan, “ seloroh Sutoro Eko.

Ketua STPMD APMD Habib Muhsin, S.Sos, M.Si menyatakan pemilihan tempat JMR kali ini sangat tepat karena kampus yang terletak di jalan Timoho ini merupakan tempat pendidikan yang mengurusi masalah pemberdayaan desa. Di kampus ini digodok para calon pemimpin daerah melalui lima prodi yaitu Ilmu Pemerintahan (S1 dan S2), Ilmu Sosiatri (S1), Ilmu Komunikasi (S1), dan Pembangunan Masyarakat Desa (D3).

JMR 2012 merupakan ajang pertemuan jaringan komunitas media rakyat di Indonesia. Pada JMR kedua tahun ini, digelar 1 seminar nasional, 5 dialog, 10 pemutaran film, 37 workshop, 6 sesi panggung seni dan budaya serta 40 stan pameran. Dengan semangat berkumpul, berbagi dan bergerak, JMR 2012 dihadiri ribuan pesert dan pengunjung. Dari pengelola radio komunitas, kepala desa, mahasiswa ilmu komunikasi sampai jurnalis warga dan aktivis blog alias bloger. Mereka datang dari pulau Jawa, Sumatera dan Bali. Para penggagas dan pendukung acara ini adalah Combine Reource Institution, Prodi Ilmu Komunikasi STPMD APMD, ICT Watch, Bloger Solo, Joglo Abang dan sejumlah komunitas media lainnya, serta didukung Ford Foundatin, Hivos, dan Yayasan Tifa.

Dua sesi yang pesertanya membludak, sehingga harus menggunakan ruang berkapasitas di atas 100 orang, adalah lokakarya “Open BTS: Seperti Apa Benih Telekomunikasi Swadaya” yang dibawakan oleh pakar IT Onno W Purbo, dan soft launching riset “Peta Penguasaan Industri Media di Indonesia” oleh Yanuar Nugroho, Ph.D dari University of Manchester Inggris. Onno Purbo tampil mengampanyekan internet murah untuk rakyat menggunakan Open BTS. Mantan dosen ITB tersebut mengajak mahasiswa untuk ‘melawan’ ketidakadilan para pengusaha pemilik provider seluler (penyedia internet) sementara pemerintah tak berbuat banyak.

Adapun beberapa workshop yang menarik untuk diikuti antara lain: “Pengalaman Jalin Merapi”, “Menjadi Fasilitator Sistem Informasi Desa”, “Online Media Research: Konten Laris Manis, Bagaimana?” “Katakan dengan Fotomu”, “Jurnalis Kebencanaan”, “Media Komunitas 160 karakter”, “Ibu Rumah Tangga Melek TV”, dan “Meraup Rejeki Nyata Melalui Dunia Maya”.

Pengirim:
Drs. Tri Agus Susanto, M.Si
Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi STPMD “APMD”